January 18, 2020

Game Formula1 Terbaik Penuh Adrenalin

Terdapat berbagai penyakit yang merupakan suatu kelainan genetika. Salah satunya yang mencemaskan adalah thalassemia. Gangguan kesehatan ini menyebabkan gejala utama berupa anemia parah, sedangkan kasusnya yang minor atau ringan justru tidak menimbulkan gejala. Hal ini karena kasusnya yang ringan hanya mempunyai gen pembawa dengan mutasi gen terbatas, berbeda dengan kondisi mayor yang mutasinya keseluruhan. Lalu, mutasi gen seperti apa?

Penyebab Thalassemia

Penyebab utama thalassemia memang berupa mutasi gen DNA yang menyebabkan terjadinya kelainan pada hemoglobin. Meskipun belum diketahui secara pasti apa yang menyebabkan terjadinya mutasi gen tersebut, terdapat fakta bahwa kelainan ini bersifat menurun atau genetik. Karena sifatnya menurun, penyakit ini hanya diderita oleh seseorang yang riwayat keluarganya memang menderita atau hanya mempunyai gen pembawanya saja.

Berbicara mengenai kemungkinannya yang bersifat menurun dan sangat riskan karena mengganggu peredaran darah akibat cacatnya hemoglobin, kelainan ini harus ditangani dengan baik. Penyebab thalassemia berupa mutasi gen ini bisa diatasi dengan melakukan pengobatan dan penanganan khusus agar risikonya tidak semakin besar, seperti hepatitis, diabetes, osteoporosis, pubertas yang tertunda, serta gangguan ritme jantung. Semua penyakit dan gangguan tersebut merupakan komplikasi dari thalassemia.

Jenis Thalassemia

Dalam kasus mutasi gen yang merusak hemoglobin ini, terdapat dua jenis thalassemia. Dalam kasusnya, terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua jenisnya. Jenis yang dimaksud adalah thalassemia minor dan mayor. Perbedaan keduanya adalah pada tingkat mutasi gen yang dialami.

Thalassemia minor atau ringan ini tidak menimbulkan gejala karena penderitanya hanya sebagai gen pembawa karena mutasinya terbatas. Meski demikian, dalam beberapa kasus minor terdapat gejala anemia bagi penderita dalam kondisi tertentu, misalnya setelah melahirkan, operasi, atau kecelakaan. Berbeda dengan thalassemia mayor atau parah yang menimbulkan gejala bagi penderitanya berupa anemia parah. Akibatnya, banyak hal yang terjadi yaitu gangguan peredaran darah, sesak napas karena kurang oksigen, tubuh letih dan lemas, serta kemungkinan bisa mengalami komplikasi berupa penyakit lain seperti yang dijelaskan sebelumnya.

Penyebab thalassemia minor dan mayor memang sama yaitu adanya mutasi gen, namun tingkatannya yang berbeda. Dengan demikian, efek dari penyakitnya juga berbeda. Anda perlu memahami itu semua demi mengetahui kondisi sebenarnya.

Dilansir dari situs ayahbunda.co.id, pencegahan thalassemia bisa dilakukan dengan mencegah menikahnya pasangan yang di antaranya mempunyai gen pembawa sifat thalassemia atau disebut juga thalassemia minor. Jika keduanya menikah, anaknya akan berisiko mengalami thalassemia mayor atau parah. Itulah alasan mengapa harus mengetahui jenis thalassemia dan bagaimana pencegahannya.

Penanganan Medis untuk Penderita Thalassemia

Penyebab thalassemia sudah dikenal menurun dan mengganggu fungsi tubuh, lebih tepatnya adalah kondisi hemoglobin pada sel darah merah. Untuk itu, kelainan darah yang serius ini harus segera ditangani dengan tepat agar penderitanya mampu bertahan hidup. Pengobatan thalassemia yang dilakukan adalah transfusi darah secara rutin kepada penderita untuk mencukupi kebutuhan hemoglobin yang normal demi lancarnya asupan sari makanan dan oksigen ke seluruh tubuh lewat darah.

Meskipun penyebab thalassemia dapat diatasi dengan transfusi darah, terdapat efek samping dari tindakan medis ini. Terdapat penumpukan zat besi di dalam tubuh yang menyebabkan gangguan kesehatan serius. Perawatan yang mampu menyingkirkan zat besi berlebih di dalam tubuh memang perlu dilakukan yaitu melalui terapi kelasi. Jika kondisinya tidak membaik, maka dokter menyarankan tindakan transplantasi sumsum tulang.

Berbagai tindakan medis di atas sangat berguna menyelamatkan kehidupan penderita thalassemia. Perawatan medis ini secara intensif dibutuhkan oleh kasus yang parah atau mayor. Untuk kasus minor, perlu pemantauan jika kemudian gejalanya muncul.

Blog